Bab 70: Kuliah Tamu Milim di Harvard – Sebuah Kembali Penuh Makna
Pada pertengahan Oktober 2022, Universitas Harvard mengadakan salah satu acara paling dinanti tahun ini: kuliah umum dari alumni termuda dan terkaya mereka — Milim, CEO dari Altheon Corps dan figur utama dalam fenomena global yang disebut Milim Effect.
Kembali ke Harvard: Aula Penuh Antusiasme
Aula Sanders Theatre penuh sesak. Mahasiswa dari berbagai fakultas berkumpul, sementara para profesor dan alumni turut hadir. Siaran langsung dari kuliah ini ditonton lebih dari 32 juta penonton dalam 24 jam di seluruh dunia melalui kanal resmi Harvard di YouTube dan platform lain.
Pidato Milim: Lucu, Hangat, dan Menginspirasi
Milim naik ke panggung dengan senyum khasnya, mengenakan blazer putih dan sepatu sneakers bergaya, mencairkan suasana dengan candaan ringan:
> "Waktu saya pertama kali datang ke Harvard, saya pikir semua orang di sini bisa membaca pikiran. Ternyata... mereka hanya sangat cerdas dan sangat cepat membaca email."
Kenangan Lucu di Harvard
Ia menceritakan bagaimana ia nyaris tertidur saat kuliah Quantum Computing dan malah bermimpi jadi karakter game.
Kisah saat Arvid mengira ia "tidak bisa coding", padahal Milim adalah pengembang mod Minecraft rahasia yang viral di komunitas Reddit.
Tentang Celine, sahabatnya, yang membuat catatan kuliah seperti PowerPoint NASA, dan bagaimana mereka berdebat soal warna tema channel YouTube pertama mereka.
Awal Mula Millenium Plays
> "Kami mulai dengan satu laptop, satu microphone murahan, dan mimpi yang terlalu besar untuk kamar asrama. Tapi dari situ... muncullah Millenium Plays, channel Minecraft yang akhirnya membawa kami ke sini."
Suaranya sempat bergetar sedikit saat menyebut bahwa channel itu adalah awal dari persahabatannya dengan Arvid dan Celine, yang kini menjadi bagian dari hidupnya secara profesional dan pribadi.
> "Saya tidak akan pernah lupa malam pertama kami upload video... dan hanya dapat 9 views. 4 di antaranya dari saya."
— disambut tawa dan tepuk tangan penonton.
Sesi Tanya Jawab Kuliah Milim di Harvard – Kejujuran, Ketenangan, dan Ledakan Tepuk Tangan
Setelah pidatonya yang menginspirasi, moderator membuka sesi tanya jawab. Antrian mahasiswa panjang — semua ingin menanyakan satu hal kepada sosok yang kini memiliki kekayaan lebih dari 36 miliar dolar di usia 22 tahun.
Pertanyaan 1: "Milim, apa rahasia terbesar kesuksesanmu?"
Seorang mahasiswa bisnis tahun kedua bertanya dengan nada antusias.
Milim tersenyum dan menjawab dengan tenang:
> "Saya kira... bukan satu rahasia. Tapi banyak kebiasaan kecil. Saya obsesif dalam hal belajar cepat. Saat orang lain main-main dengan TikTok, saya nonton presentasi teknologi dari SoftBank dan analisa pasar dari Bloomberg."
Ia menambahkan,
> "Dan saya percaya pada kecepatan. Saya tidak menunggu. Kalau saya punya ide, saya mulai kerjakan sekarang, meski belum sempurna."
Pertanyaan 2: "Bagaimana kamu menjaga kesehatan mental saat kamu begitu sibuk dan terkenal?"
Milim mengangguk pelan.
> "Saya sempat kelelahan. Tapi saya belajar: kamu gak harus menyelesaikan semua sendiri. Aku punya tim luar biasa, sahabat sejati. Aku juga rutin olahraga dan meditasi. Dan jujur... kadang aku hanya duduk sambil main Stardew Valley."
Tawa dan tepuk tangan terdengar. Suasana hangat kembali.
Pertanyaan 3: "Kamu merasa kesepian karena berada jauh di atas orang lain?"
Hening sesaat.
> "Iya. Kadang."
"Tapi aku bersyukur punya orang-orang seperti Arvid, Celine, Azka, dan Zhang Wei. Kita naik bareng. Aku tidak ingin jadi satu-satunya yang berdiri di atas panggung. Kalau aku berhasil, aku mau mereka juga berhasil. Kesuksesan yang membahagiakan... adalah kesuksesan yang bisa dibagikan."
Tepuk tangan berdentum lebih keras kali ini.
Pertanyaan 4: "Kapan kamu sadar kamu sudah jadi miliarder?"
Milim tertawa.
> "Saat aku buka aplikasi bank dan angka nol-nya bikin aku zoom layar HP tiga kali. Tapi jujur, bukan itu yang membuatku merasa 'berhasil'. Yang bikin aku bangga? Waktu tim animasi kami di MilimWatch nangis bahagia karena anime mereka trending nomor 1 dunia. Itu baru kerasa."
---
Lanjutan Kuliah Milim di Harvard – Topik Mendalam tentang Masa Depan Dunia
Setelah sesi tanya jawab yang penuh tawa dan haru, Milim kembali ke podium atas permintaan mahasiswa dan dosen. Ia diminta menyampaikan pandangannya tentang arah dunia ke depan.
1. Industri yang Akan Mendominasi di Masa Depan
Milim membuka dengan memproyeksikan sektor-sektor strategis:
> "AI, bioengineering, blockchain, renewable energy, dan virtual economy adalah lima sektor yang akan mengguncang dekade berikutnya. Yang lama akan runtuh, dan yang fleksibel akan naik. Siapa yang adaptif, dia yang menang."
Ia menyebut CoreVibe 2.0, teknologi jaringan terdesentralisasi milik perusahaannya, yang menggabungkan AI, blockchain, dan komputasi kuantum:
> "Bayangkan koneksi manusia dan mesin dengan empati digital. CoreVibe bukan cuma produk, ini infrastruktur masa depan."
---
2. Kesenjangan Sosial dan Ketimpangan
Milim berbicara dengan nada serius:
> "Saya hidup di dua dunia: dunia yang punya segalanya, dan dunia yang kehilangan segalanya. Kesenjangan antara yang punya dan yang tidak... itu semakin ekstrem."
> "Jika kita tidak mendistribusikan teknologi dan akses pendidikan dengan adil, dunia akan lebih gelap meskipun lebih canggih."
Dia menyampaikan keinginan untuk menciptakan sekolah teknologi gratis di Asia Tenggara dan Afrika.
---
3. Politik Amerika dan Perubahan Iklim
Milim tak segan menyinggung dinamika dalam negeri AS:
> "Politik di Amerika harus kembali pada sains dan solidaritas. Kita tak bisa terus saling membenci saat dunia sedang terbakar."
Ia menyuarakan perlunya kebijakan lingkungan yang tegas, dan pujian terhadap anak muda yang memimpin gerakan hijau:
> "Climate change bukan wacana, tapi ancaman eksistensial. Saya lebih takut perubahan iklim daripada AI."
---
4. Potensi AI: Bencana atau Penyelamat?
Milim menjelaskan secara filosofis:
> "AI bisa jadi dewa, bisa juga jadi iblis. Bukan AInya yang bahaya, tapi tangan siapa yang mengarahkannya."
Dia mengajak mahasiswa Harvard menjadi arsitek etika AI, bukan hanya pengguna teknologi.
---
5. Crypto, Bitcoin, dan Altcoin
Milim bicara soal aset digital:
> "Bitcoin adalah bentuk protes terhadap sistem keuangan lama. Tapi sekarang, banyak altcoin hanya proyek spekulatif."
Ia memperkenalkan pendekatan CoreVibe terhadap blockchain:
> "Kami percaya pada utility-based blockchain, bukan hype. Kita butuh aset yang membawa solusi, bukan hanya profit."
---
Milim & Uni Eropa: Aliansi Teknologi Luar Angkasa Melalui StellarBridge
Setelah kuliah umumnya di Harvard yang mengguncang dunia, Milim kembali menarik perhatian global lewat pengumuman kerja sama antara perusahaannya, StellarBridge, dengan Uni Eropa dan ESA (European Space Agency). Bukan Amerika Serikat, melainkan Eropa yang akhirnya mengamankan aliansi eksklusif dengan salah satu perusahaan teknologi antariksa paling ambisius di abad ke-21.
Dalam konferensi pers bersama di Munich, Milim tampil bersama Yuri Milner, MrBeast, dan Mark Rober—tiga sosok penting yang juga menjabat sebagai co-founder dan eksekutif utama StellarBridge. Mereka memperkenalkan proyek megastrategis bernama LapStation, sebuah stasiun luar angkasa eksperimental yang akan:
Menjadi pusat riset bioteknologi berbasis orbit
Menguji perilaku zat dan jaringan tubuh dalam gaya berat mikro
Menjadi laboratorium lintas-negara pertama untuk eksperimen ekologi, pertanian, dan rekayasa nano
---
Pernyataan Milim di Eropa
> "StellarBridge bukan sekadar proyek luar angkasa. Ini adalah jembatan kemanusiaan menuju sains dan kerja sama lintas budaya. ESA dan Uni Eropa adalah mitra ideal karena visi kemanusiaan mereka." — Milim, CEO StellarBridge
Milim juga menegaskan bahwa tidak ada unsur teknologi blockchain atau CoreVibe dalam proyek ini, agar seluruh fokus bisa diberikan pada kemajuan ilmu pengetahuan dan diplomasi teknologi sipil.
---
Reaksi Global
Kepala ESA menyebut Milim sebagai "ikon integrasi generasi muda dan masa depan eksplorasi damai luar angkasa".
Uni Eropa menyetujui dana penelitian khusus sebesar €2,1 miliar untuk tahap awal proyek LapStation.
Ilmuwan dari Jerman, Prancis, Italia, dan Skandinavia sudah menyatakan komitmen dukungan jangka panjang.
---
Akhir dari Monopoli Amerika?
Banyak pengamat menyebut langkah ini sebagai "titik balik diplomasi ruang angkasa". Media menyebut Milim sebagai simbol era baru, di mana inovasi dan pengaruh tidak lagi dimonopoli Amerika atau negara adidaya lain.
---
Milim & Uni Eropa: Aliansi Teknologi Luar Angkasa Melalui StellarBridge
Setelah kuliah umumnya di Harvard yang mengguncang dunia, Milim kembali menarik perhatian global lewat pengumuman kerja sama antara perusahaannya, StellarBridge, dengan Uni Eropa dan ESA (European Space Agency). Bukan Amerika Serikat, melainkan Eropa yang akhirnya mengamankan aliansi eksklusif dengan salah satu perusahaan teknologi antariksa paling ambisius di abad ke-21.
Dalam konferensi pers bersama di Munich, Milim tampil bersama Yuri Milner, MrBeast, dan Mark Rober—tiga sosok penting yang juga menjabat sebagai co-founder dan eksekutif utama StellarBridge. Mereka memperkenalkan proyek megastrategis bernama LapStation, sebuah stasiun luar angkasa eksperimental yang akan:
Menjadi pusat riset bioteknologi berbasis orbit
Menguji perilaku zat dan jaringan tubuh dalam gaya berat mikro
Menjadi laboratorium lintas-negara pertama untuk eksperimen ekologi, pertanian, dan rekayasa nano
---
Kantor Pusat StellarBridge Resmi Dibangun di Jerman
Dalam rapat pemegang saham StellarBridge yang diadakan secara privat di Bern, Swiss, Yuri Milner mengusulkan agar kantor pusat global StellarBridge dibangun di Berlin, Jerman, mengingat posisi strategis negara tersebut dalam sektor sains, teknologi, dan dukungan kuat dari Uni Eropa. Usulan ini disetujui secara mayoritas, termasuk oleh Milim, MrBeast, dan Mark Rober.
> "Berlin bukan hanya jantung Eropa, tapi juga akan menjadi simbol dari jembatan kemanusiaan menuju ruang angkasa." — Yuri Milner
Pembangunan kampus pusat ini akan mencakup:
Fasilitas R&D untuk teknologi orbit rendah dan mikrogravitasi
Akademi pelatihan sains luar angkasa lintas benua
Ruang kolaborasi terbuka bagi peneliti muda dari seluruh dunia
---
Detail Perjanjian Uni Eropa dan StellarBridge
Uni Eropa menandatangani perjanjian besar dengan StellarBridge, yang mencakup:
Hak penggunaan eksklusif LapStation untuk kepentingan riset ESA dan mitra Eropa
StellarBridge tetap dapat menggunakan LapStation untuk eksperimen komersial atau privat, dengan biaya penggunaan yang disesuaikan
Dukungan hukum dan teknis penuh dari ESA, serta pengurangan biaya peluncuran orbit rendah melalui skema insentif antariksa Eropa
---
Aliansi Baru: Korea Selatan Bergabung
Untuk mempercepat dan mengefisienkan proyek, Uni Eropa menggandeng Badan Antariksa Korea (KASA). Kerja sama ini mencakup:
Ko-desain sistem struktur orbit dan kapsul penelitian
Transfer teknologi peluncuran roket generasi baru dari Korea
Tim gabungan insinyur Jerman-Korea Selatan
Proyek ini disebut sebagai:
> "Euro-Korea LapStation Initiative"
Dengan anggaran total $60 miliar dan jangka waktu pengerjaan 7 tahun, proyek ini diharapkan akan menjadi stasiun luar angkasa sipil paling canggih di dunia.
---
Dampak Langsung
Jerman menjadi pusat teknologi orbit sipil di Eropa
Korea Selatan mengukuhkan posisi sebagai kekuatan antariksa Asia
StellarBridge naik ke peringkat ke-3 dunia dalam valuasi perusahaan teknologi luar angkasa, menyaingi SpaceX dan Blue Origin
---
---
Dampak Ekonomi Pembangunan Kantor Pusat StellarBridge di Berlin
Keputusan pemindahan kantor pusat StellarBridge dari Mojave, California, ke Berlin, Jerman, langsung memberi dampak ekonomi luar biasa terhadap kawasan Brandenburg dan Berlin Timur.
1. Ledakan Lapangan Kerja Baru
Diperkirakan membuka lebih dari 45.000 pekerjaan langsung dan tidak langsung dalam lima tahun ke depan.
Industri lokal seperti manufaktur presisi, teknik sistem luar angkasa, dan sektor perhotelan melonjak.
Universitas Teknik Berlin (TU Berlin) dan institusi sains Eropa menjalin kerja sama pelatihan tenaga kerja berbasis kurikulum antariksa.
2. Lonjakan Properti dan Infrastruktur
Harga properti komersial di sekitar Berlin-Adlershof dan Köpenick naik hingga 60% dalam 9 bulan.
Pemerintah Jerman membangun jalur kereta ekspres Berlin-StellarTech Line untuk konektivitas antara bandara, kantor pusat, dan lokasi peluncuran.
3. Pusat Peluncuran Roket di Wilayah Sekunder
Lokasi peluncuran dipilih di Pulau Rügen (Laut Baltik), karena jaraknya relatif aman dan strategis ke orbit polar.
Proyek pelabuhan antariksa Jerman yang sempat tertunda, kini dihidupkan kembali dan mendapat pendanaan penuh dari StellarBridge dan ESA.
---
Reaksi Amerika Serikat: "Kehilangan Strategis"
Pemindahan kantor pusat dianggap sebagai tamparan diplomatik dan ekonomi bagi AS, terutama di tengah persaingan ketat dalam sektor antariksa sipil.
1. Pernyataan Pemerintah AS
Pejabat dari Departemen Perdagangan dan NASA mengeluarkan pernyataan diplomatis:
> "Kami kecewa, namun menghormati keputusan StellarBridge sebagai entitas global. Kami tetap berharap kerja sama di bidang riset tetap berlangsung."
2. Komentar Elon Musk dan Jeff Bezos
Elon Musk mencuit: "Eropa butuh keajaiban agar bisa mengejar kecepatan kami. Tapi respect untuk Milim, she's playing bold."
Jeff Bezos, lewat perwakilan Blue Origin, menilai langkah ini sebagai "tindakan idealis dengan risiko logistik tinggi".
3. Tekanan Politik Internal
Beberapa senator dari California menyuarakan protes keras dan mendorong insentif baru bagi perusahaan antariksa lokal agar tidak keluar dari AS.
---
Posisi Global StellarBridge Menguat
Dengan kantor pusat di Berlin dan dukungan penuh Uni Eropa, StellarBridge kini dianggap sebagai poros kekuatan antariksa sipil transnasional. Milim menjadi simbol transisi dari monopoli antariksa Amerika ke era kolaboratif global.
---
Reaksi Warga Berlin: Antara Antusiasme dan Kekhawatiran
Kehadiran Milim dan StellarBridge di Berlin menciptakan gelombang reaksi yang luas di kalangan masyarakat, mulai dari euforia ekonomi hingga kekhawatiran sosial.
1. Antusiasme dan Kebanggaan Lokal
Banyak warga Berlin melihat ini sebagai "era baru", menyebut kawasan Adlershof sebagai "Mini Silicon Valley Jerman".
Pemilik bisnis lokal mengaku omzet meningkat hingga 40% sejak diumumkannya proyek pembangunan.
Mural dan seni jalanan bertema Milim dan luar angkasa mulai muncul di beberapa distrik seni seperti Kreuzberg dan Friedrichshain.
2. Lonjakan Pariwisata dan Budaya
Berlin menjadi magnet baru wisata sains dan antariksa; museum dan pusat ilmu pengetahuan melaporkan peningkatan kunjungan drastis.
Toko-toko merchandise bertema StellarBridge dan figur Milim menjamur, dengan produk "Stellar Hoodie" dan replika badge engineer paling laris.
3. Kekhawatiran Gentrifikasi
Warga di area proyek, terutama di sisi tenggara Berlin, mulai menyuarakan kekhawatiran soal kenaikan harga sewa dan penggusuran.
Protes kecil sempat terjadi, menuntut StellarBridge dan pemerintah kota membangun program hunian sosial dan subsidi pendidikan teknologi lokal.
---
Reaksi Media Eropa: "Milim, Ikon Teknologi dan Diplomasi Baru"
Media Eropa sangat menyoroti fenomena ini, dengan berbagai headline yang menempatkan Milim sebagai figur sentral dalam lompatan besar Jerman di panggung global.
1. Pujian dari Media Jerman
Der Spiegel menulis: "Milim hat den Geist von Einstein und den Mut von Sophie Scholl" — ("Milim memiliki semangat Einstein dan keberanian Sophie Scholl").
Frankfurter Allgemeine menyebut Milim sebagai "jembatan generasi baru Eropa ke luar angkasa."
2. Liputan Khusus di BBC dan Le Monde
BBC menyiarkan dokumenter "Milim: From Gamer to Global Visionary".
Le Monde menyebut kehadiran StellarBridge sebagai penyeimbang kekuatan teknologi dari hegemoni Silicon Valley.
3. Opini Publik Eropa
Di media sosial, tagar seperti #BerlinGoesStellar, #MilimEffect, dan #EuroSpaceRise menjadi tren.
Banyak yang menganggap Milim sebagai simbol generasi muda Eropa yang mandiri, cerdas, dan progresif.
---